Header Ads

Upaya Tingkatkan Kehandalan Mutu Pelayanan: RSUD Mandau Targetkan Punya 9 Kamar Operasi

DURI (RP) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau menargetkan bakal memiliki sembilan kamar operasi pada tahun 2019 mendatang. Hal itu disampaikan Direktur RSUD Mandau, dr Ersan Saputra menjawab Riau Pos di Duri, Senin (3/7/2017) malam. Menurutnya, dengan target tersebut, pihak RSUD setempat ingin menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien.

"Saat ini, kita baru punya dua kamar operasi saja. Dalam waktu dekat akan ditambah beberapa lagi. Targetnya, pada tahun 2019 mendatang, kita bakal punya sembilan kamar operasi. Terdiri dari delapan kamar operasi reguler dan satu kamar operasi lagi untuk pasien emergency. Dengan begitu, diharapkan tidak akan ada lagi penundaan jadwal operasi. Pasien hanya akan menunggu waktu operasi maksimal tiga jam saja," kata Ersan.

Ditambahkannya, kini RSUD Mandau sudah memiliki ruangan untuk kamar operasi yang dibangun baru belum lama ini. Hanya saja kamar-kamar tersebut belum bisa dioperasikan. Pasalnya, instalasi listriknya belum terpasang. Biaya untuk itu tidaklah sedikit. Untuk kabelnya saja membutuhkan biaya lebih satu juta rupiah per meternya. Kabel yang dibutuhkan mencapai ratusan meter. "Budget untuk itu belum dianggarkan bersamaan dengan pembangunan ruang tambahan tempo hari," ucapnya.

Ersan juga menyebut upaya pihaknya terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien. Dalam waktu dekat, lanjutnya, RSUD Mandau juga akan menambah fasilitas berupa kamar operasi dan tenaga spesialis untuk bedah jantung, tulang, dan syaraf. Sebagai Badan Layanan Unit Daerah (BLUD), RSUD Mandau juga bakal terus berupaya meningkatkan fasilitas, peralatan dan tenaga handal untuk pelayanan terbaiknya.

Dia juga menyebut bahwa hingga setakat ini pelayanan di RSUD berjalan normal. Selama Ramadhan pun tidak ada istilah libur atau cuti bersama bagi para staf untuk memberikan pelayanan kepada pasien. Petugas digilir secara shift. Kegiatan pelayanan reguler jalan terus. Termasuk untuk operasi. "Pada hari H Idul Fitri kemaren saja ada lima operasi pasien melahirkan. Jumlah pasien yang sama juga ditangani pada hari kedua. Dan Alhamdulillah, pada hari pertama masuk kerja Senin (3/7), seluruh pegawai sudah masuk. Yang tak masuk, dana insentifnya akan dipotong 50 persen," pungkasnya.(sda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.