Header Ads

Parit Drainase di Kota Duri Tak Berfungsi Saat Hujan, Air Mengalir Deras di Bahu Jalan



DURI (RP) - Parit drainase yang dibangun Pemkab Bengkalis di Kota Duri pada zaman H Syamsurizal menjadi bupati hingga kini tidak pernah berfungsi sebagaimana mestinya. Saat hujan deras turun mengguyur, air mengalir deras bak anak sungai kecil di bahu jalan. Malah di ruas tertentu, air hujan menggenangi badan jalan layaknya sebuah kolam. Kenyataan tersebut hingga kini seakan luput dari perhatian serius peneraju negeri.

Pantauan Riau Pos di Jalan Hang Tuah, Duri, Ahad (2/7/2017) malam membuktikan kenyataan miris tersebut. Air tampak mengalir cukup deras di bahu jalan. Pemandangan itu terlihat nyata antara kantor PLN Rayon Duri hingga hampir sampai ke depan Hotel Grand Zuri, Duri. Tidak terlihat fungsi parit drainase yang terletak di sektor Barat jalan. Lobang resapan air di tepi parit tersebut juga tidak terlihat sama sekali.

"Parit drainase ini mungkin yang paling lucu di dunia. Biasanya parit drainase itu gunanya untuk menyerap air dari jalan atau bahu jalan saat hujan turun. Tapi parit disini lain dari yang lain. Tidak ada lobang untuk menyerap air yang menggenang atau mengalir di badan atau bahu jalan. Anehnya lagi, sampai kini parit tak jelas itu tetap saja dibiarkan pemerintah. Belum terlihat ada upaya untuk memperbaikinya," ujar Nasrul, seorang warga pada Riau Pos.

Tak hanya itu kejanggalan di parit drainase di Kota Duri. Karena badan jalan yang relatif datar, genangan air hujan malah membentuk semacam kolam. Itu tampak saat hujan di depan Bank Mandiri Hang Tuah di seputar persimpangan Jalan Stadion. Saat hujan deras turun, pemandangan di tempat itu sangat tidak indah untuk dilihat. Dulu, di zaman H Herliyan Saleh jadi bupati, pernah pula dibangun gorong-gorong antara parit di sebelah Barat dengan parit di sebelah Timur Jalan Hang Tuah. Namun itu pun tidak ada gunanya sama sekali.

"Harapan kita, ketidakbecusan parit drainse seperti ini jangan terus-menerus dipelihara oleh Pemkab Bengkalis. Mudah-mudahan ada perubahan berarti yang dibuat Pemkab di zaman Bupati Amril Mukminin saat ini. Kalau tidak juga ada perubahan, kita sebagai rakyat awam tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa. Terus terang kita selaku rakyat sangat menginginkan pembangunan yang tepat guna dan berdaya guna. Bukan hanya menghamburkan uang saja," ujar Bakhtiar, warga Duri lainnya.(sda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.