Header Ads

Perbaikan Jalan Desa Petani



Kampung Para Petani Yang Butuh Perhatian Pemerintah
HASIL BERLIMPAH, JALUR TRANSPORTASI MASIH JALAN TANAH
Duri, RP

Sebuah grader yang dikendalikan seorang operator menjadi pusat perhatian sepuluh bocah kecil di Jalan Sukajadi Desa Petani Kecamatan Mandau Selasa (30/12/2008). Mereka tampak gembira mengekori alat berat yang diorder khusus untuk meratakan jalan tanah di tempat itu. Jalur transportasi yang belum tersentuh kerikil tersebut amat vital bagi kelancaran pengangkutan hasil tani warga desa setempat.

Di sepanjang Jalan Sukajadi Desa Petani terlihat cukup banyak pemukiman penduduk di sela-sela pohon karet dan pokok sawit yang sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. Perkampungan yang dihuni mayoritas etnis Jawa itu mulai dibuka pada dua dasawarsa terakhir abad 20 silam. Hampir seratus persen penduduknya menggantungkan hidup dari hasil pertanian.

Dari wilayah desa yang terlihat masih asri itu dihasilkan sawit dalam jumlah cukup melimpah. Juga hasil perkebunan lain seperti getah. “Tiap bulan, ribuan ton sawit keluar dari kawasan ini. Hanya saja sarana jalannya belum memadai. Karena itu, perbaikan jalan ini menjadi kebutuhan utama kami,” ujar Ponidi (50), seorang petani sawit pada Riau Pos di rumahnya yang terbuat dari papan Selasa siang.

Kehadiran alat berat untuk meratakan jalan tanah di wilayah itu mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Anak-anak Jawa ndeso yang tengah menikmati masa libur sekolah pun tak kalah girangnya menyaksikan sembari mengikuti alat berat grader yang merangkak di jalan tanah yang membelah kampung mereka.

Rencananya, alat berat milik Dinas Kimpraswil yang diorder khusus oleh pengurus DPC Partai Republikan Bengkalis itu akan dioperasikan selama dua hari untuk meratakan jalan tanah sepanjang lebih kurang dua kilometer. “Kita turun membantu perbaikan jalan ini atas permintaan warga setempat melalui pemuka masyarakat, Gusti. Setelah diratakan, jalan ini pun perlu dipadatkan,” ujar Del Adrion, Ketua DPC Partai Republikan Bengkalis saat meninjau ke lapangan Selasa siang (30/12).

Menurut Del Adrion, pihaknya turun tangan membantu karena diminta warga. Permintaan itu masuk akal karena sarana jalan yang memadai menjadi kebutuhan utama warga untuk pengangkutan sawit. “Menurut informasi, dari kawasan ini dihasilkan sekitar 20 ribu ton sawit setiap bulan. Mudah-mudahan kalau jalan ini bagus akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tambahnya.(sda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.