Header Ads

Pawai 1 Muharram 1430 H di Duri



New Hijri 1430 Celebration in Duri:

Pawai Sambut Tahun Baru Islam di Duri Meriah:
RIBUAN PESERTA TUMPAH RUAH PADATI JALAN


Duri, RP


Tahun baru Islam 1 Muharram 1430 Hijriyah yang jatuh pada hari Senin (29/12/2008) kemarin disambut meriah dengan pawai ta’aruf diikuti ribuan kaum muslimin di Kota Duri dan sekitarnya. Menurut taksiran panitia, pawai ta’aruf untuk semakin mensyiarkan agama Islam itu diikuti sekitar 23.000 orang. Mereka terdiri dari pelajar TK/RA, SD/MI/MDA, SMP/MTs, SLTA, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan puluhan Persatuan Majelis Taklim (Permata) anggotanya.


Rute pawai sepanjang lebih kurang tiga setengah kilometer dari lapangan depan kantor Koramil 06 Mandau di Simpang Pokok Jengkol hingga ke Masjid Arafah penuh sesak. Beragam pakaian yang dikenakan para peserta menambah semarak pawai ini. Ketipak bunyi drum band yang ditingkahi gendang dan tetabuhan rebana pun bersipongang di sepanjang lebuh raya.

Tak seluruh peserta pawai sampai ke Masjid Arafah, terutama anak-anak. Supaya tak terlalu lelah, kebanyakan anak-anak hanya menyelesaikan rute pawai hingga halaman kantor camat Mandau saja. Ratusan masyarakat di sepanjang rute pawai pun tumpah ruah menyaksikan di pinggir jalan.

Pawai ta’aruf yang dilombakan ini dilepas oleh Sekdakab Bengkalis Drs H Sulaiman Zakaria Dipl.PS, MSi didampingi Camat Mandau Djoko Edy Imhar SSos, MSi, Danramil 06 Kapten (Arh) Sudiono, Kapolsek Mandau diwakili Waka Ipda Munifal, Ketua MUI Bengkalis Masdaruddin MAg, Ketua LAMR Mandau, H Iskandar Zulkarnain serta sejumlah aparat dan pemuka masyarakat lainnya.

Muhammad Utsman Anshori SQ Al – Hafizh alias Koko Liem, bubalig jebolan Dai KDI ikut pula melepas pawai tersebut. Siangnya seusai pawai, Koko Liem memberikan tausiyah di hadapan ribuan jamaah di Masjid Arafah. Bagi Koko Liem, Kota Duri merupakan kota kenangan yang tak akan terlupakan. Sebab di kota inilah ia menerima hidayah Islam 21 Juli 1994 lalu.

Dalam sambutan saat melepas pawai, Sekdakab H Sulaiman Zakaria menyebut, pawai takruf ini merupakan simbol kekuatan masyarakat untuk bersatu guna mencapai tujuan mulianya. Ia pun mengimbau segenap kaum muslimin untuk semakin mengokohkan rasa ukhuwah satu sama lain dibawah payung panji agama Islam.

Disamping menyerahkan piala bagi pemenang pawai di Masjid Arafah, Sekda juga menyampaikan bingkisan kepada lima Manula yang ikut dalam pawai ta’aruf. Meski tua, ternyata semangat mereka belumlah pudar untuk ikut menyemarakkan tahun baru Islam. Ahad malam (28/12) sebelumnya, Sekda Sulaiman juga menghadiri acara pelantikan pengurus FKM3 di Masjid Al-Hidayah Kelurahan Gajah Sakti Duri.(sda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.