Header Ads

Duri Mass Market News:

Cegah Berjualan di Area Terlarang
SATPOL PP DAN PKL BENTROK FISIK

Duri, RP

Dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Mandau terlibat bentrokan fisik dengan pedagang kaki lima (PKL) penjual sandal di pinggiran Jalan Jendral Sudirman pasar Simpang Padang, Duri Rabu (31/12/2008) kemarin sekitar jam 13.30 WIB.

Insiden tersebut terjadi ketika pedagang sandal Bakri Chan dan keluarganya tengah bersiap-siap hendak meletakkan gerobak dagangannya di pinggiran jalan tak berapa jauh dari simpang Jalan Pertanian. Ketika itu, dua dari sepuluh anggota Satpol PP yang bertugas di pasar Duri melarang PKL tersebut mendorong gerobaknya menuju ke arah area terlarang untuk berjualan. Cekcok mulut pun terjadi hingga berkembang menjadi bentrok fisik.

Dalam insiden itu, Danton Satpol PP Mandau Muhammad Nurizan menderita cedera di bagian belakang kepala hingga terpaksa mendapat empat jahitan di RS Permata Hati Duri. Rekannya Muhammad Faisal hanya menderita luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu, pedagang sandal Bakri Chan pun mendapat perobatan karena mendapat luka di bagian pelipis matanya.

Begitu mendengar ada keributan itu, Camat Mandau Djoko Edy Imhar SSos, MSi, Kasi Trantib H Amiruddin SH serta Kanit Reskrim Polsek Mandau Aiptu KH Siregar segera turun ke lapangan untuk mencegah terjadinya keributan lebih lanjut. Insiden ini pun menjadi pusat perhatian ratusan warga pasar petang kemarin.

Belum dipastikan siapa yang paling bersalah dalam insiden ini. Menurut Satpol PP, sang pedaganglah yang mendahului aksi main pukul terhadap petugas. Hal itu dibantah pihak pedagang. Menurut pihak Masri Chan seperti dituturkan istrinya Jasmi, justru anggota Satpol PP lah yang main bentak, bertindak kasar dan mendahului melakukan aksi main pukul.

Agar persoalan itu tak berlarut-larut hingga memancing munculnya keributan yang lebih ruwet, pihak Satpol PP mengadukan insiden itu ke Mapolsek Mandau Rabu petang kemarin. Camat Djoko Edy Imhar dan Kasi Trantib H Amiruddin turut mendampingi Muhammad Nurizan saat melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek. ”Ini merupakan langkah pengamanan agar kejadian tersebut tidak meluas. Karena kita ditugaskan melakukan penertiban oleh Upika, kebijakan selanjutnya kita serahkan kepada camat, Kapolsek serta Danramil,” ujar Kasi Trantib, H Amiruddin SH.(sda)

New Year 2009:

Amankan Malam Tahun Baru 2009
POLSEK MANDAU KERAHKAN KEKUATAN PENUH
Hindari Pesta Alkohol, Ratusan Botol Miras Disita

Duri, RP

Jajaran Polsek Mandau Polres Bengkalis Rabu (31/12) tadi malam mengerahkan kekuatan penuh untuk mencegah munculnya berbagai gangguan Kamtibmas pada malam penyambutan tahun baru 2009 di Kota Duri dan sekitarnya. ”Kita mengerahkan sekitar 150 orang personil untuk melakukan pengamanan malam penyambutan tahun baru 2009 ini,” ujar Kapolsek Mandau AKP Ade Mulyana pada Riau Pos Rabu petang kemarin.

Menurut Ade Mulyana, para personil pengamanan yang diturunkan ke lapangan hingga Kamis pagi tadi terdiri dari anggota Polsek Mandau ditambah dengan BKO Lantas serta sejumlah aparat Polres Bengkalis yang ditugaskan khusus untuk membantu menciptakan situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kecamatan Mandau dan sekitarnya.

Guna meminimalisir terjadinya pesta alkohol pada malam penyambutan tahun baru, menurut Ade Mulyana, pihaknya pun telah melakukan razia minuman keras (Miras) di sejumlah tempat dalam Kota Duri dan kawasan sekitarnya Rabu petang kemarin. Sebanyak 658 botol Miras berbagai merek berhasil disita dalam operasi tumpas alkohol itu.

Pesta para anak muda yang akan mengekspresikan kegembiraan mereka menyambut tahun baru dengan berbagai ragam cara juga tak luput dari pantauan aparat. Termasuk salah satunya aksi bakar ban yang hampir terjadi setiap tahun saat menyambut tahun baru Masehi di kota ini. ”Kalau pun ada yang bakar-bakar ban, akan kita padamkan,” tegas Ade Mulyana.

Komunitas Muslim Kota Duri pun tak ketinggalan ikut mewarnai penyambutan tahun baru 2009 dengan kegiatan tablig akbar, doa dan zikir di lapangan terminal Duri Bestari tadi malam. Dalam kegiatan untuk menghisab diri yang jauh dari kesan hura-hura itu, dana solidaritas untuk bangsa Palestina yang tertindas akibat kekejaman zionis Israel juga digalang. Kegiatan Islami itu ditaja Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama jamaah puluhan masjid dan musala dari seantero Kota Duri dan kawasan sekitarnya.(sda)

Education News:

Delapan Tahun Terima Honor Rp 300.000 Per Bulan:
RIBUAN GURU MDA DAMBA KENAIKAN TAHUN 2009

Duri, RP

Selama delapan tahun berturut-turut, ribuan guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) se-Kabupaten Bengkalis baru bisa mendapat bantuan honor daerah (Honda) dari pemerintah kabupaten senilai Rp 300 ribu per bulan. Meski jumlah itu belum memadai, ribuan guru MDA di Negeri Junjungan tetap setia mencetak generasi Islami lewat perguruan masing-masing.

”Selama delapan tahun berturut-turut, honor yang diterima guru MDA dari Pemkab Bengkalis hanya Rp 300 ribu per bulan. Namun kita patut bersyukur karena sejak Juli 2008 lalu, honor tersebut sudah dinaikkan menjadi Rp 350 ribu,” ujar tokoh pendiri BKMDA Kabupaten Bengkalis, Ustadz Afdhal Dinil Haq SPdI pada Riau Pos Rabu (31/12/2008).

Menurut Afdhal, honor daerah untuk 2.400-an guru MDA se-Kabupaten Bengkalis periode Juli hingga Oktober 2008 sudah dibayarkan senilai Rp 300 ribu beberapa waktu lalu. Kekurangannya akan dirapel pada pembagian Honda periode November-Desember Senin atau Selesa depan.

Sesuai harapan ribuan guru MDA, lanjut Afdhal, honor daerah tersebut semoga bisa dikatrol Pemkab dan DPRD Bengkalis menjadi Rp 500 ribu per bulan pada tahun anggaran 2009 nanti. ”Kita pun mengharapkan Pemkab bersama DPRD bisa menaikkan dana rutin dari Rp 50 ribu per murid per tahun menjadi Rp 100 ribu tahun anggaran 2009 nanti,” pintanya.(sda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.